"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (QS Muhammad/47 : 7)

11 November 2014

ROHIS SMAN 28 JAKARTA 2014/2015

Assalamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulillah SERTIAM (Serah Terima Amanah) pengurus Rohis 28 Jakarta telah dilaksanakan tanggal 24 Oktober kemarin. Semoga pengurus-pengurus baru ini selalu berikhtiar dalam berjuang di jalan Allah swt. Aamiin.

Dan inilah kami, pengurus Rohis 28 Jakarta periode 2014/2015!



Visi
Menjadikan Rohis 28 sebagai lembaga dakwah sekolah yang menciptakan nuansa Islami di lingkungan SMAN 28 Jakarta dengan berlandaskan ISLAM (Istiqomah, Syukur, Loyal, Amanah, Muhasabah).

Misi
Membangun ukhuwah dan koordinasi antar internal maupun eksternal Rohis 28, menyebarkan dan menegakkan syariat Islam melalui kegiatan-kegiatan yang Islami, dan memfasilitasi kegiatan beribadah seluruh warga SMAN 28 Jakarta dengan sebaik-baiknya.


Struktur Kepengurusan

Ketua: Elang Jordan Ibrahim
Ketua Keputrian: Nabila Ghina Tazkia


Sekretaris
Ikhwan: Noval Farhan Habib
Akhwat: Muthiah Hakim Hadini


Bendahara
Ikhwan: Bintang Bagas
Akhwat: Afra Intan Nurlaili

Divisi Baitul Mal
Ketua: Nauval Ismail
Koordinator Akhwat: Olivia Ramadhani
Anggota:
- Kemas Khaidar Ali Indrakusuma
- Cakra Mujahidin Daeng Patunru
- Nudar Fataha


Humas
Ikhwan: Andhika Adyatma Abhirama
Akhwat: Rani Rahmawati


Departemen Pembinaan Anggota dan Kaderisasi
Ketua: Anhar Ibrahim Safruddin
Koordinator Akhwat: Mar'atus Sholihah Fitria

Divisi Pembinaan Anggota
Ketua: Andika Sya'ban
Koordinator Akhwat: Afifah Zahra Tifani
Anggota:
- M Fatchurrahman Azami
- Zordhi Muhammad Pasha
- Annisa Amalina
- Syifa Khusnul Khotimah

Divisi Kaderisasi
Ketua: Muhammad Isa Al Mahdi
Koordinator Akhwat: Zakia Hasna Fajar
Anggota:
- Hilman Hanif
- Nabil Tegar
- Dhia Annisa
- Esa Elok Puji Lestari


Departemen Masjid
Ketua: Risang Arkaan Jauza
Koordinator Akhwat: Amira Amandanisa

Divisi Inventaris Masjid
Ketua: Rachmat Ridwan
Koordinator Akhwat: Alisa Selviana
Anggota:
- Ahmad Jawad
- Wenty Wandira W

Divisi Jumat
Ketua: Nicko Junior
Koordinator Akhwat: Anita Kartika Putri
Anggota:
- M Paquito Hanafi
- Senapati Sri Krishnamurti
- Mutiara Ramadhani Nur Irbah
  
             
Departemen Syiar
Ketua: Dennis Febri Dien
Koordinator Akhwat: Nafla Sasqia Putri

Divisi Sosial Masyarakat
Ketua: Rizki Ardiansyah
Koordinator Akhwat: Tansa Qurrota A'Yuna
Anggota:
- Irfan Syarif
- Reza Oktri Giovani
- Farhana Husna Amaliyah

Divisi Ummat
Ketua: Muhammad Rifky Hafid
Koordinator Akhwat: A. Fania Ihdiyah Sari Aziz Halid
Anggota:
- Dinair Yusuf M
- Imam Cahyo Baskoro
- Difa F Pratasha
- Elvina Astiningtyas S
- Shafa Ayu A

Divisi Media dan Publikasi
Ketua: M Farhan Rais Adlian Falah
Koordinator Akhwat: Fikha Adelia
Anggota: 
- Agil Bhakti Prasetyo Mulyono
- M Ghiffari Rizkita Buana
- Dhia Salsabila
- Shofiyah Hady

25 September 2014

Joanna Francis : Wahai Muslimah, Aku Iri Terhadap Kalian

Joanna Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.
Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.
Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk “Kepada Saudariku Para Muslimah”;

Ditengah serangan Israel ke Libanon dan “perang melawan teror” yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS.
Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.
Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian.
Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Perangkap Setan
Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.
Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.
Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.
Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.
Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.
Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.
Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.
Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.
Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.
Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.
Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah!
Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.
Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.
Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.
Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.
Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.
Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.
Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.
Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. Keluarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.
Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah!

16 Juli 2014

Tausiyah Ramadhan #3

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ikhwah maukah kita merenung banyaknya dosa yang kita perbuat? Adakah rasa takut dosa dosa itu tidak diampuni Allah SWT? Dan yang lebih buruk dibalas dengan kejahatan pula? Lalu apa sikap kita?

Dalam Q.S. Az-Zumar:33 Allah tahu bahwa hamba-hambaNya melampui batas terhadap dirinya sendiri dengan berbuat maksiat, tapi Allah melarang kita agar tidak berputus asa dengan Rahmat Allah. Sadarlah bahwa Allah akan mengampuni dosa dosa kita, Allah MahaMengampuni MahaMerahmati, dan RahmatNya mendahului MurkaNya.

Hal ini juga dijelaskan dalam Q.S. Al-An'am:54, yang artinya "Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barangsiapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia MahaPengampun, MahaPenyayang."

Dalam Q.S. Al Furqan:70 dijelaskan bahwa bagi kita yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal shaleh maka kejahatan kita diganti Allah dengan kebajikan.
Al Hasan Al Basri berkata, "Allah mengubah mereka yang sebelumnya beramal (berbuat) buruk menjadi amal shalih, yang sebelumnya syirik menjadi ikhlas, yang sebelumnya zina menjadi menikah, dan yang sebelumnya kafir menjadi muslim."

Lalu bagaimana sikap kita? Telah disebutkan tadi di awal, agar lebih jelas mari kita kembali ke potongan ayat Q.S. Al Furqan:70 yang artinya "Kecuali orang orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih...". Nah, taubat, beriman, dan beramal shalih inilah sikap yang harus kita punya

Ikhwah, dijelaskan juga nih dalam H.R. Ath-Thabrani "Tidak menjadi dosa besar suatu dosa apabila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan dosa yang dilakukan terus menerus.".

Nah Istighfar disini bukan hanya berupa ucapan, namun sedalam mana kita mengkhayati dan memaknainya. Yakni apabila kita dihadapkan dengan dosa, istighfar sebagai tameng untuk tidak melakukan dosa tersebut. Namun apabila terlanjur berdosa maka istighfar sebagai titik balik untuk tidak melakukan dosa tersebut kembali. Tidak meremehkan dosa kecil juga merupakan sikap yang harus kita punya.

Di lain hal kita juga harus memiliki sifat memaafkan dan berlapang dada, ini dijelaskan dalam Q.S. An-Nur:22. Allah saja mengampuni dosa-dosa besar kita, masa kita tidak bisa memaafkan dosa orang lain kepada kita?

Semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa bertaubat ya, ikhwah.

Sebagai penutup, yuk simak hadis di bawah ini

"Tiada sesuatu yang lebih disukai Allah daripada seorang pemuda yang bertaubat"
(H.R. Ad-Dailimi)

Afwan apabila terdapat kesalahan dalam tausiyah ini.
Wallahu a'lam bish shawabi

Wassalamualaikum Wr. Wb.

#Rohis28 #racer

Tausiyah Ramadhan #2

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ikhwah, hal apa sih yang harus kita lakukan apabila memperoleh nikmat Allah SWT? Bersyukur? Bersyukur yang seperti apa?

Nah mari simak tausiyah berkaitan dengan ayat Al-Quran/Hadits pilihan ini:

Seringkali kita sebagai manusia kufur terhadap nikmat-nikmat yang Allah berikan tiap saat kepada kita. Bahkan hal-hal yang terjadi setiap hari seperti pergantian siang dan malam, terkadang kita terlalu asik dengan kehidupan dunia hingga tidak memperhatikan hikmah dibaliknya.
Dalam QS. Al-Mu'min: 61 Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan malam agar kita beristirahat & siang agar kita dapat beraktivitas mencari karuniaNya. MasyaAllah, sesungguhnya Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

Terus, bagaimana caranya kita bersyukur
Dalam pembahasan QS. Luqman: 14 beberapa hari lalu, dijelaskan bahwa kita dapat memenuhi hak Allah dengan mentauhidkanNya dan menjauhi syirik. Bergandengan dengan itu, Allah pun memerintahkan kita untuk bersyukur kepada kedua orangtua kita.
Kenapa? Karena pengorbanan yang mereka lakukan untuk kita selama mengandung, menyapih, dan membesarkan kita sangatlah berat. Maka sebagai bentuk syukur kita kepada mereka, ucapkanlah hal-hal yang baik kepada mereka dengan perkataan yang halus & lembut, serta perlakukan mereka dengan baik, hormati dan muliakan mereka. Berhubungan dengan itu, dlm Q.S. Al-Ahqaf: 15 Allah juga memerintahkan hal yang sama, "Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya..." MasyaAllah, betapa Allah memuliakan kedudukan kedua orangtua kita ya

Ikhwah fillah, yuk tingkatkan syukur kita di bulan penuh rahmat ini, supaya Allah berkenan memasukkan kita ke dalam surgaNya (Aamiin), karena sesungguhnya syukur adalah salah satu sifat penghuni surga  seperti dijelaskan dalam pembahasan Q.S. Az-Zumar: 74. Percayalah, Allah menambah nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang bersyukur, dan Allah memperingatkan dengan azab yang pedih untuk hamba-hambaNya yang kufur. Naudzubillah, mudah-mudahan kita termasuk hamba-hambaNya yang bersyukur, aamiin (Q.S. Ibrahim: 7). 

Wallahu a'lam bish-shawabi
#ROHIS28 #Racer 

04 Juli 2014

Tausiyah Ramadhan #1

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ikhwah, pernahkah dirimu memikirkan apa sih yang menggerakkan seorang ibu mengasihi anaknya? Apa sih yang menjadikan kita seorang mukmin yang tercerahkan? Apa sih yang membuat manusia dapat bertahan hidup? Yuk, simak potongan ayat berikut ini!

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya, bahwa Ia menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang mengembirakan; dan untuk merasakan kamu sedikit dari rahmatNya, dan supaya kapal-kapal belayar laju dengan perintahNya, dan juga supaya kamu dapat mencari rezeki dari limpah kurniaNya; dan seterusnya supaya kamu bersyukur." (Q.S. Ar-Rum: 46)

Dari ayat tersebut kita tahu bahwa karena Rahmat Allah lah kita dapat hidup dunia. Dan ketahuilah, rahmat Allah di dunia meliputi orang-orang yg beriman & kafir secara sama seperti yg sudah dijelaskan dalam tafsir potongan ayat Q.S. Al-Fatihah: 3 (Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.)

So, bagaimana agar kita mendapat Rahmat Allah? Dalam Q.S. Al-A'raf: 156 dijelaskan bahwa Rahmat Allah ditetapkan untuk orang bertakwa, dan dalam Q.S. At-Taubah: 71 sebagian mereka yang menjadi penolong bagi sebagian yang lain adalah yang diberi Rahmat Allah.

Ingatlah sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Ia menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Dan janganlah kita menjadi orang-orang yang berputus asa dengan Rahmat Allah, karena sesungguhnya dalam Q.S. Yusuf: 87 dijelaskan bahwa hanyalah orang-orang kafir yang berputus asa dengan Rahmat-Nya.

Yuk teman-teman kita belajar bersama menjadi orang-orang yang bersyukur atas rahmat yang diberikan oleh Allah SWT dan mari mumpung di bulan Ramadhan kita perbanyak ibadah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”.

Wallahu a'lam bish-shawabi

Wassalamualaikum Wr. Wb.

#Rohis28 #Racer

Search